HORASS: A Small Town, called Tarutung!

Horass! Kedatangan pertama kali ke tempat ini adalah pada 24 Juni 2007. Hampir setahun yang lalu. Datang dengan mobil travel L-300 miliki agen TOBALI, saya melewati rute utara. Dari Medan, mobil melewati Tanjungmorawa, Sei Rampah, Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Parapat (tentu Danau Toba!), Porsea, Balige dan Siborong-borong.

Karena ini kali pertama saya menjejakkan di Pulau Sumatera, dan sekaligus Sumatera Utara alias tano Batak, dalam perjalanan susul menyusul rasa ingin tahu dan penasaran. Melintasi berhektar-hektar kebun kelapasawit, rumah-rumah adat yang khas, dan tak terhitung berapa Gereja sudah saya lewati. Rata-rata baru saya dengar kali itu namanya: GKLI, GPHI, GMI, dan lain-lain. Yang paling menakjubkan tentu saja, memandang permukaan Danau Toba yang sangat tenang dan anggun, di Parapat dan di Balige. Danau ini sukses mengikat hati saya sejak pertama kali bertemu. Beberapa kali kelak saya mengunjunginya sekedar untuk berenang-renang atau duduk-duduk saja.

Dari Medan hingga Tarutung, perjalanan rata-rata memakan waktu 7-8 jam. Tetapi, saya dengar kalau kita pakai MRT (Medan Raya Tour) atau KBT (Koperasi Bintang Timur), bisa lebih singkat lagi. Kedua armada terakhir ini memang terkenal tukang ngebut (karena saya menganut falsafah “alon-alon waton kelakon”-bahasa jawa: biar lambat-lambat asal terlaksana, saya memilih yang pertama, hehehe).

Berangkat sembilan pagi dari Medan, sampai di Tarutung pukul enam sore. Saya ingat ketika mobil kami melewati pusat kota. Inilah kesan pertamaku: sungai yang sangat besar membelah kota, dinamai Aek Sigeaon, atau Aek Godang, sementara itu ada dua buah gedung rumah Adat Batak, disebut Sopo Partungkoan, dan sepanjang jalan di kiri-kanan adalah toko-toko kecil atau kedai yang rata-rata merupakan rumah-rumah dari kayu pinus.

Nuansa bersahaja dan sederhana ini membuatku ingat setting film-film koboi Western. Texas yang berdebu dan sepi, rumah-rumah kayu: ada ‘saloon’, yaitu kedai para koboi, ada kumpulan orang-orang, anjing berkeliaran.

Waktu itu, baru satu kata Batak yang menjadi modalku: HORASSS!! Ucapan selamat. Selamat datang di kota kecil ini!!

1 Comment

Filed under Kisah dan Pengalaman

One Response to HORASS: A Small Town, called Tarutung!

  1. Mejuah-juah!! hehe itu kata Karo nya Horas, katanya Ter..
    Iya deh, bener, u are soo…intense.
    Dan kerasa bahwa Pak Ter mengunyahnya pelan-pelan, sampai lumat dan halus, sekali. Enjoy it much. Hehe aneh ya komen nya? ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s