Secara instingtif, umat manusia di Indonesia pasti bisa merasakan kehadiran manusia Batak di sekitarnya, asal mendengar seruan ini: Bah!! Hehe, itulah efek stereotip media-media kita. Sama saja dengan cara orang Jawa berbicara yang disebut ‘medok’ atau bahkan ‘katrok’, atau orang Madura, orang Padang, orang Papua.
Saya beruntung bisa berkenalan langsung dengan perilaku berbahasa ini. ‘Bah’ bukan sekedar umpatan ternyata (semula, yang saya tahu, orang batak mengatakan ‘bah’ ketika ‘tidak terima’, seperti yang di tivi-tivi atau di radio itu: bah!! macam mana kau ini…!?!). ‘Bah’ juga muncul ketika terkejut, atau surprise, biasanya atas kedatangan orang yang dihormati atau disayangi: bah!! datang pula teman kita ini.. Atau juga ketika menyanggah pendapat orang lain, yang dianggapnya salah: bah!! tidak bisa seperti itu.
Saya pernah iseng-iseng tanya, dari mana ekspresi ‘bah’ ini datang. Rata-rata tidak bisa memberi jawaban. Yang lainnya, asal-asalan menjawab: ‘bah’ itu dari bahkan, atau dari bahwa, dari air bah, …ah ngaco!
Akhirnya, saya sendiri merasa sepakat dengan teori saya. ‘Bah’ adalah ekspresi emosional yang lahir dari rasa keterkejutan. Lama-lama, dalam proses, menemukan morfem yang baku. Persis juga seperti: ‘cih’, ‘wah’, ‘heh’. Kalau kita jeli dengan pemilihan ‘b’ dalam ‘bah’, fonem ‘b’ ini dihasilkan dengan mendorong dua bibir yang terkatup, sering dengan segenap nafas, persis seperti orang membentak, atau mengagetkan (ingat, ciluuuk Baaa: ‘Baa’ juga pakai ‘b’ dan peeekaa Boo: ‘Boo’ juga pakai ‘b’). Kira-kira, demikianlah perilaku emosional, spontan, mengagetkan itu menjadi local genus orang Batak, bahkan dalam satuan ekspresi yang paling sederhana, yaitu ‘bah’.
Omong punya omong, sebenarnya satu tokoh Disney, yaitu Donald Bebek, saya ingat juga sering mengatakan ini: bah, bah, sekali lagi..bah, terutama karena dia selalu sial di setiap akhir episode. Barangkali Donald harus dibikin marganya, karena sepertinya dia sudah mahir mengatakan ‘bah’ itu.
sekedar lewat
Ngomong2 soal bah,… ada hubungannya ga ya dengan bhs jawa nyebahi? ^^ itu kata dasarnya bukan bah ya, yg diberi imbuhan nye dan i? haha salah ding, kata dasarnya sebah ya?
habis sama2 bisa untuk menunjukkan kekesalan.
atau Be’ nya iklannya flexi yang diomongin group band Cangcutters buat nunjukin … (nunjukin apa ya itu, setiap ngomong pake be’ tapi panjang)
Ya ga tau ya. Yang jelas kalau kita bilang: “SEBAAAHH, aku!!” bener-bener marem. Kapan-kapan dicoba wae, bilangnya gini: “Baaah! Sebaaahhhh aku!”, mungkin trus lawan bicara jadi kedeeer.. hahaha, nyebahi yo…
Blah blah blah blah… (nada donal bebek)… jadi, ‘bah’ itu untuk menyatakan hal lain selain nesu2 conto kasusny pie Ter?
Yaaaa, gimana ya. Tunggu setahun lagi, de. Kalau kita ketemu, aku mesti wis lancar bilang ‘bah’ hehehe. Btw, heran aku, ini jadi post yang paling banyak di-klik lho. Kok bisa, ya?